Analysis Market/Product Expansion Grid – AXE Bodyspray

March 13th, 2013
Posted in Manajemen
No Comments »

PT. Unilever Indonesia Tbk adalah anak perusahaan Unilever Internasional yang berkantor pusat di Inggris dan Belanda. Sedangkan Unilever Indonesia berpusat di Jakarta dan memiliki dua pabrik besar di Cikarang dan Surabaya. Pabrik di Cikarang memproduksi Foods & Beverages seperti es krim, mentega, dan berbagai makanan ringan, pabrik di Surabaya umumnya memproduksi Home Care serta Personal Care seperti aneka jenis sabun mandi, sampo, deterjen.

Produk Unilever

Secara keseluruhan berdasarkan strategi bisnis unit, PT Unilever Indonesia memiliki 3 divisi sebagai fokus utama yaitu :

  • Home Care

Unilever memiliki 7 brand yang termasuk ke dalam kategori home care yaitu Rinso, Sunlight, Pureit, CIF, Domestos Nomos, Vixal dan Wipol.

  • Personal Care

Terdapat 13 brand yang ada pada kategori ini. Produk yang dihasilkan yaitu berupa sabun, sampo, deodorant, pasta gigi, lotion tubuh, dan krim wajah. Brand tersebut memiliki pangsa pasar masing-masing mulai dari bawah, menengah sampai atas. Beberapa brand personal care Unilever yaitu Ponds, Axe, Citra, Dove, Vaseline, dan Pepsodent.

  • Foods and Beverages

Divisi ini mengurusi berbagai produk makanan, minuman sampai bumbu dapur. Produk-produk tersebut diantaranya Bango, Blueband, Royco, Buahvita, Walls dan Sariwangi.

Masing-masing divisi memiliki kontribusi yang berbeda terhadap penjualan produk. Home & Personal Care mempunyai kontribusi terbesar yaitu 78% dari total revenue Rp 12.545 Milyar dalam penjualannya dengan growth rate rata-rata sebesar 22%. Oleh karena itu dapat disimpulkan, Unilever berada di posisi stars pada matriks BCG. Melihat posisi Unilever yang unggul dalam produk Home & Personal Care, melebihi pesaingnya seperti PT. KAO, Wings Grup serta P&G, dapat dikatakan bahwa Unilever adalah Market Leader . Unilever menguasai hampir 80% market share di industry costumer goods. Dengan posisinya sebagai market leader, Unilever tidak lagi terfokus pada kepuasan konsumen tapi juga kesetiaan konsumen.

Salah satu produk personal care yang unggul yaitu Axe. Axe bersama produk personal care lainnya yaitu dove berhasil menyumbang lebih dari sepertiga total penjualan pada awal tahun 2012. Axe merupakan salah satu brand dari Unilever yang menawarkan produk perawatan pria, seperti deodorant dalam bentuk body spray. Axe menjadi merek perawatan pria paling terkenal di dunia. Target pasar dari Axe adalah pria berumur 15-35 tahun, orang dengan level gaya hidup menengah ke atas, tinggal di daerah perkotaan, pria-pria yang ingin terlihat keren. Untuk menarik konsumen, Axe memilki value positionwe are afraid of Axe effect”, Axe menjadi trendsetter dalam menghadirkan aroma yang khas dan mampu mendukung kebutuhan kaum pria muda di seluruh dunia yang merupakan target utamanya, tanpa menghilangkan karakter dan ciri khas Axe serta efek dari Axe itu sendiri. Axe saat ini telah menjadi salah satu pemimpin pasar dunia wewangian pria muda (male fragrance) yang wanginya disukai pria pemakainya dan keharumannya juga digemari para wanita.
Awal  diluncurkannya di Indonesia tahun 1991, Axe masih mengadaptasi strategi pemasaran dari Axe global yang  memang berbudaya barat. Penerapan strategi pemasaran Axe global menyebabkan grafik penjualan bersifat fluktuatif, tidak mencapai target, bahkan mencapai penjualan minus. Hal ini membuat Axe menjadi sebuah brand yang lemah dalam portofolio Unilever dan dikhawatirkan dapat membahayakan Unilever secara umum. Setelah dilakukan riset untuk mengetahui penyebab dari rendahnya penjualan Axe di Indonesia, ternyata strategi pemasaran Axe global ini tidak cocok dengan target dan kultur di Indonesia. Akhirnya, pada tahun 2008, Axe mulai menerapkan strategi pemasaran yang disesuaikan dengan konsumen di Indonesia. Hasilnya sangat mengejutkan, Axe mencapai double digit sales growth, artinya penjualannya melebihi yang ditargetkan.

Bila selama ini Axe identik dengan produk maskulinitas, maka pada bulan November 2012, untuk pertama kalinya brand terkenal ini menambah produknya dengan menyentuh pasar wanita.

Produk ini hadir dalam dua ukuran dan memiliki harga yang sama, baik untuk varian pria dan wanita. Untuk kemasan 150 ml seharga Rp30.000 dan 50 ml seharga Rp 16.000.

Unilever melalui deodorant bodyspray Axe menempati posisi Stars dalam matriks BCG. Hal ini dibuktikan dengan market growth yang tinggi karena adanya strategi pemasaran yang disesuaikan dengan konsumen di Indonesia, sehingga penjualannya meningkat drastis, melebihi dari yang ditargetkan dan tingkat market share/konsumen yang tinggi pula, sehingga Axe menjadi brand deodorant dalam bentuk body spray paling terkenal di dunia. Oleh karena itu, perlu adanya strategi agar Axe dapat mempertahankan posisinya yang sudah unggul di pasar. Beberapa strategi yang dilakukan Unilever berdasarkan Market/Product Expansion Grid untuk produk deodoran Axe yaitu

  • Market Penetration

Market penetration merupakan strategi yang diterapkan pada pasar yang telah ada untuk produk yang sudah ada dengan tujuan meningkatkan penjualan. Cara yang dapat dilakukan oleh Unilever adalah dengan lebih merangkul para konsumennya. Unilever menghadirkan Axe Anarchy Island yang bertempat di Bali pada Mei 2013. Axe akan mengajak 100 konsumen terpilih untuk merasakan secara lansung sensasi daya tarik wewangian tanpa batas Axe. Acara ini juga didukung oleh selebriti ternama Indonesia.

  • Product Development

Axe melakukan strategi Product Development dalam rangka mengembangkan produk baru untuk pasar yang sudah  ada. Strategi yang dilakukan yaitu dengan meluncurkan variasi wewangian baru. Beberapa variasi produk Axe seperti Axe Pulse, Axe Dark Temptation, Axe Score, Axe Vice, dan paling terbaru Axe Twist yang aromanya dapat berubah-ubah dan menimbulkan rasa penasaran.

  • Market Development

Market developmet yang diterapkan oleh Axe yaitu dengan meningkatkan penjualan dengan mengembangkan pasar baru untuk produk Axe yang telah ada. Axe tidak hanya dijual di supermarket tapi juga dapat dibeli di minimarket di berbagai lokasi. Selain itu Axe juga hadir dalam dua ukuran yaitu 150 ml dengan harga Rp 30.000 dan 50 ml seharga Rp 16.000.

  • Diversifikasi

Axe telah menjadi market leader untuk produk deodorant bodyspray pria. Aroma khas yang dimiliki Axe mampu mendukung kebutuhan pria sebagai target utama Axe agar bisa terlihat lebih keren dan maskulin. Kini Axe juga tersedia untuk wanita dengan wewangian yang juga disesuaikan untuk kebutuhan para wanita. Hal ini merupakan salah satu strategi Axe untuk dengan mengembangkan produk baru untuk pasar baru. Axe menghadirkan Axe Anarchy For Her yang memberikan kesempatan bagi para wanita agar menjadi lebih percaya diri. Aroma Axe for Her telah disesuaikan untuk menunjukkan karakter feminim seorang wanita. Produk ini hadir dengan aroma kesegaran buah dan wewangian kayu yang sensual.

Sumber :

the-marketeers.com

beautysweetspot.com

Case Analysis Unilever Tbk – scribd.com

That Question

February 18th, 2013
Posted in overboard on tifadinna's
No Comments »
Pada suatu Sabtu, saya dan teman-teman dari IYA Bogor mendapat kesempatan untuk menjadi pengisi acara di Taman Hijau Ceria. Awalnya saya bingung komunitas apakah itu, namun sesampainya di sana saya mengerti bahwa komunitas ini adalah wadah bagi adik-adik kurang mampu di pinggiran sungai (saya lupa namanya, letaknya di belakang Bogor Trade Mall) untuk mendapat ilmu dan pelajaran tambahan sebagai pengisi waktu luang. Sempat bingung awalnya akan menyampaikan materi apa untuk adik-adik di sana. Berbekal pensil dan kertas saya dan teman-teman menyampaikan tentang “cita-cita”. Adik-adik awalnya hanya berpikiran pendek dan terlihat agak putus asa. Seorang anak berkata pada temannya, “kamu mah jadi tukang sampah aja”. Dia mebalas berseru pada temannya itu, “kamu aja sana tuh jadi tukang parkir” , cukup miris mendengarnya.  Apa salahnya untuk bercita-cita jadi astronot? Toh, kalau saya terpeleset setidaknya saya masih pilot di langit biru. Kami meyakinkan mereka untuk tidak minder dan percaya diri sampai mereka menyampaikan dengan lantang cita-cita mereka satu persatu . Seorang anak sempat tsayat menyampaikan cita-citanya sebagai pramugrari, baginya pramugrari hanya untuk seorang wanita cantik, bersih dan jago bahasa inggris. Kemudian dengan mata berkaca-kaca ia berbisik, “kaka saya mau jadi pramugrari, ajarin saya bahasa inggris ka”. Dara temanku merangkulnya, “12 tahun lagi kamu ada di atas sana berkeliling dunia”. Saya berkata, “Speak up, tell them I wanna be a stewardess”. Ia diam, Dara temanku menyuruhnya mengikuti ucapanku. Saya berbisik, “I will be a stewardess”. Dengan mantap ia berkata kepada teman-temannya. Teman-temannya diam dan berpikir sejenak. Kemudian suasana ramai kembali, mereka berebut bertanya cita-cita profesi mereka dalam bahasa Inggris. Satu persatu mereka maju dengan lantang, mantap dan yakin untuk cita-cita mereka. Terima kasih untuk percaya diri dan yakin akan cita-cita kalian adik-adikku. Kami semua dalam hati berdoa agar Tuhan senantiasa memudahkan jalan dan menjadikan mereka apa yang telah dicita-citakan.
Pada suatu Sabtu yang lain, saya bersama IYA Bogor mendapat undangan untuk mengisi jadwal kegiatan pramuka di suatu sekolah. Ini bukan sekolah biasa, tapi sekolah luar biasa. Saya sempat dihantui pikiran negatif, bagaimana kalau mereka mengamuk, marah- marah, tidak bisa mengontrol diri dan sebagainya. Ternyata saya salah, sekalipun mereka berkebutuhan khusus, manusia dikodratkan untuk semakin dewasa bukan? Adik-adik di sana ternyata mandiri, ramah dan baik. Kami berusaha menciptakan suasana yang bersahabat, karena adik-adik itu amat sensitif. Mereka tidak boleh dibedakan. Di sekolah tersebut, kami mengajarkan adik-adik untuk bercocok tanam tanaman tomat dengan cara hidroponik. Mereka sangat antusias dalam mengikuti kegiatan itu. Saya mencoba mengerti bahwa sekalipun mereka berkebutuhan khusus, mereka tidak ingin kekurangannya menjadi penghalang bagi mereka untuk bergaul, mereka ingin tempat yang sama sebagai mana kita biasa bersosialisasi. Sudah seharusnya kita memperlakukan mereka sama seperti teman-teman kita yang lain.

Tulisan di atas aku tulis dalam rangka seleksi suatu forum. Semua itu jawaban dari suatu pertanyaan, “apa yang telah kamu lakukan?”. Bingung banget sama apa saja yang sudah ku lakukan. Beberapa saat flashback terlalu banyak useless thing I do. Tapi niatku ini baik ya Allah. Bismillah. Insya Allah akhirnya Alhamdulillah

repost from my blog

I My Me Mine

January 12th, 2012
Posted in overboard on tifadinna's
7 Comments »

Assalamualaikum.. halo everyone now it’s my turn!!!

I’m Latifa Dinna, a little girl with her BIG dream

I just graduated from my lovely SHS-SMAN 3 Tang-Sel haha I always feel happy to remember my shs with my colorful moments inside XD but sometimes it’s hard to believe that  I had to say goodbye to all the moment =(

I trust that Allah had planned the best destiny for me.. Alhamdulillah now I’m one of the student of management from faculty economic and management Bogor Agricultural Institute although at the beginning I had felt tough because I planned that I would be an accounting student.. haha I realize that I’ve to move on!! dont feel any regrets anymore! so just thankful to Allah and do my best now xoxo

thats all I can say to start this blog.. and this is the closing part

wassalamualaikum.. see yaa in other turn

Hello world!

December 2nd, 2011
Posted in Uncategorized
1 Comment »

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!